ANALISI SPASIAL TINGKAT PENGANGURAN DI PULAU JAWA TAHUN 2023
DOI:
https://doi.org/10.32424/icsema.1.1.30Keywords:
Analisis Spasial, PengangguranAbstract
Pengangguran adalah salah satu masalah ekonomi terbesar di dunia. Di Indonesia, jumlah pengangguran mencapai 7,86 juta orang. Pulau Jawa merupakan pulau dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tertinggi yang mencapai 4,60 juta orang atau setara dengan 58,52%. Daerah dengan tingkat pengangguran tertinggi berada di provinsi Banten, Jawa Barat dan DKI Jakarta. Hal ini menjadi dugaan awal adanya pengaruh wilayah sehingga perlu dilakukan analisis spasial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis spasial dengan menggunakan metode Geographically Weighted Regression (GWR) dengan model regresi linier, serta metode regresi spasial untuk mengetahui faktor penentu utama. Data yang digunakan berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan meliputi variabel indeks pembangunan manusia, tingkat partisipasi kerja, tingkat pendidikan, upah minimum dan kepadatan penduduk di setiap provinsi dan kabupaten atau kota di Pulau Jawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pola pengangguran yang mengelompok di beberapa daerah, terutama di daerah perkotaan dengan kepadatan penduduk yang tinggi dan di industri yang sedang mengalami perubahan struktural. Faktor utama yang berkontribusi terhadap tingkat pengangguran adalah terbatasnya akses terhadap pendidikan yang berkualitas dan kesempatan kerja yang tidak merata. Temuan ini dapat menjadi landasan bagi pemerintah dalam merancang kebijakan ketenagakerjaan yang lebih efektif dan berbasis kewilayahan untuk mengurangi pengangguran secara berkelanjutan.


